Langsung ke konten utama

Numb



December, 2002
There was a saga’ tree in front of my grandma's house;
lush and a lot of red saga’s seeds scattered underneath
From a far this house looked like a Nirmala’s house,
and I imagined myself as a dwarf , looking for the treasure

Every morning, my grandma played the piano from a church hymn;
and humming for herself, the melody sneaking into the vent of my room
as an alarm for me wake up to the school
I prefer to enjoy the piano keys that she played,
Rather than fronded by her, because her stony eyes created the barrier
 
December, 2015
I came back there, no more a church hymn
Just the sound of television echoed so strongly to the entire room,
and she sat in the rocking chair with empty eyes
I wanted to hug her, but the fortress has not collapsed
 
Car rusted in the garage
 
The floor was colder
 
And our family photos being mossy
 
The house was getting old , as I saw her wrinkles were getting more

December,2017
I doubt, should I come there again? 
I did not ready to feel the ineptness
but I missed playing like a dwarf under a saga tree

Yogyakarta, 03 December 2017


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teak

Growing as a fighter Shaped to be an eunoia Blessed by the universe Words are prayer Everytime you call my name, You pray for me, As strong as a steel Shaped to be an eunoia Call me as a teak       pict source : tumblr 

Aku,21

Aku terlalu banyak dipusingkan oleh yang bukan aku. Aku tidak menjadi aku? atau, Aku belum menemukan aku? Hei, tapi aku janji untuk selalu tumbuh!  Iya, kepala ini isinya bimbang mimpi dan segala harap, sudah penat hanya jadi angan Aku tak mau jadi manusia gamang lihatlah, sejauh apa aku berkembang. aku diusia 5, apakah kau bangga melihat aku yang sekarang sudah 21? Yogyakarta, 26 Januari 2019 setelah kemarin merayakan hari kelahirian

Rumah

Ketika malam rumah kita seperti kunang-kunang Cahaya kuning yang sedikit redup, menyala sendiri di tengah belantara malam Tetangga kita hanyalah pepohonan, padi-padi dan orang-orangan sawah Ada bagian dari rumah kita yang terbuka lebar Sehingga kita bisa menontoni indahnya semesta tanpa perlu pembatas Ketika bintang lagi ramai-ramainya Kita akan tiduran dan tertawa bersama sambil berpelukan Waktu bulan lagi bulat-bulatnya dan sepi bintang Kita duduk bersebelahan,aku menyandarkan kepalaku di pundakmu Ketika matahari sedang terik-teriknya Aku berkeliling sambil menenteng keranjang kayu Aku senang berburu buah strawberry di kebun belakang rumah Sedangkan kau sibuk dengan kanvasmu yang menghadap kearah pohon tanjung Ketika mulai sore, aku menyandarkan tubuhku di batang pohon tanjung Kemudian kau menghampiri dan meletakkan kepalamu di pangkuanku Sinar matahari tidak terlalu terik lagi aku mengeluarkan stawberry tadi dari keranjang kayuku Aku menyuapkannya satu perstu buah strowbery sebeg...